Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Wednesday, March 20, 2013

Permainan Olahraga Bola Besar, Atletik dan Bela Diri

Dirangkum berdasarkan:
Kisi- Kisi Ujian Akhir Penjasorkes SMA Tahun Pelajaran 2011/2012 

BOLA VOLI 

1. Pengertian Taktik Penyerangan 
Suatu siasat yang dipergunakan dalam pertandingan voli bertujuan untuk mencari kemenangan dengan melakukan pola penyerangan ke daerah pertahanan lawan untuk mengumpulkan nilai sebanyak mungkin. Prinsip penyerangan adalah usaha untuk mematikan bola di daerah pertahanan lawan dengan segala cara yang tidak bertentangan dengan aturan permainan. 

2. Tugas Pemain Bola Voli 
- Pemain yang bertugas menutup daerah kosong saat membendung adalah cover 
- Pemain bola voli yang bertugas sebagai pengumpan dinamakan Set Upper 
- Tugas tosser dalam permainan bola voli adalah sebagai pengumpan 

3. Teknik Bendungan 
Suatu usaha untuk menahan serangan lawan yang berupa pukulan smash agar bola tidak jatuh di lapangan pemblok. 4 tahap bendungan: 
- Bergerak menuju arah datangnya bola 
- Melompat 
- Kontak dengan bola 
- Mendarat 

BOLA BASKET 

1. Pola Penyerangan Basket 
~ Pola Penyerangan 1-3-1 atau disebut juga pola Diamond: untuk penyerangan terhadap pertahanan daerah dan pertahanan satu lawan satu, baik diterapkan apabila dalam tim ada dua orang yang memiliki postur jangkung 
~ Pola penyerangan 1-2-1 atau disebut juga pola Ault mann: diterapkan apabila tidak ada pemain jangkung 
~ Pola penyerangan 2-3 atau disebut juga pola Reverse: untuk penyerangan terhadap pertahanan satu lawan satu 

2. Teknik dasar shooting 
- Lay up adalah menembak bola ke ring basket dengan cara melangkah dan melompat terlebih dahulu 
- Jump shot adalah Mencetak angka dengan melompat dan melakukan shot pada puncak lompatan 

 SEPAK BOLA 

1.Pengertian formasi 
Formasi adalah cara penempatan, ruang gerak serta pembagian tugas dari setiap pemain dengan posisi yang ditempatinya. Formasi yang umumnya sering digunakan: 
~ Formasi 4-2-4 
Formasi 4-2-4 merupakan formasi yang berhasil membawa Brazil sebagai juara Piala Dunia pada tahun 1958. 
 ~ Formasi 4-3-3 atau disebut juga formasi WM 
Formasi ini menggunakan 4 orang back, 3 orang pemain tengah dan 3 orang penyerang/ striker
 ~ Formasi 4-4-2 
Formasi ini menggunakan 4 orang back, 4 orang pemain tengah dan 2 orang penyerang/ striker 

2. Pola Pertahanan
 - Pola pertahanan dengan penjagaan orang per orang disebut man to man marking 
- Pola pertahanan dengan penjagaan daerah disebut zone defence 
- Pengawalan yang ketat terhadap permainan lawan yang masuk ke daerah pertahanan disebut zone marking  

LARI GAWANG DAN LOMPAT JANGKIT 

1. Nomor- nomor lari gawang yang dipertandingkan untuk atlet putra adalah 110 m,200 m, 400 m 
Nomor- nomor lari gawang yang dipertandingkan untuk atlet putri adalah 100 m 

 2. Teknik lari gawang 
- Dari mulai start ke gawang pertama 
- Sikap badan di atas gawang 
- Sikap badan dan gerakan kaki waktu mendarat 
- Langkah di antara gawang 
- Dari gawang terakhir sampai melewati garis finish 

 3. Pengertian lompat jangkit 
Lompat jangkit adalah suatu lompatan yang terdiri atas hop (Jingkat), langkah (step), dan lompat (jump) 

PENCAK SILAT 

 1. Prinsip Pencak Silat 
- Tidak melakukan perbuatan yang mencela diri sendiri 
- Tidak membuat kericuhan
- Salah satu prinsip utama dalam pencak silat adalah pembelaan diri 
- Tidak mencari musuh 

 2. Kode etik Pencak Silat
- Harus mempergunakan kepandaiannya untuk menolong orang lain 
- Tidak boleh menonjolkan diri atau sombong dan berlaku sewenang- wenang 
- Tidak mencari musuh atau mempunyai musuh 
- Tidak boleh menyerang lebih dahulu, bahkan menghindari perselisihan 

3. Penilaian dalam pertandingan pencak silat 
- Pesilat mendapatkan nilai 1 dalam pertandingan pencak silat bila melakukan pukulan 
- Pesilat mendapatkan nilai 2 dalam pertandingan pencak silat bila melakukan tendangan 
- Pesilat mendapatkan nilai 3 dalam pertandingan pencak silat bila dapat menjatuhkan lawan 
- Pesilat mendapatkan nilai 5 dalam pertandingan pencak silat bila melakukan kuncian selama 5 detik 
- Pesilat mendapatkan nilai 1+ dalam pertandingan pencak silat bila melakukan pembelaan (hindaran, tangkisan/elakan)
Selengkapnya...

Wednesday, February 6, 2013

Pemuaian dalam Kehidupan Kita

Bicara tentang pemuaian jadi nostalgia lagi pada masa- masa di bangku sekolah ketika mempelajari ini hehe #sok tua :3
Sebenernya tentang materi pelajaran, udah banyak banget postingannya di berbagai website. Ya sedikit aja setidaknya dapat berkontribusi tentang hal ini dalam penekanan yang berbeda. Yuk belajar pemuaian dan cintai fisika ! :P


Kali ini saya nggak akan mulai dengan pemuaian adalah blablablabla karena Saya pernah baca nih hal menarik bahwa orang luar negeri sana nggak ada yang mendefinisikan pengertian yang 'saklek' tentang suatu ilmu. Contohnya dalam suatu kelas, seorang guru yang sedang mengajarkan gravitasi bertanya kepada murid- muridnya, " Kita akan mempelajari gravitasi kali ini. Ada yang tahu apa itu gravitasi?" Saat sang guru bertanya seperti itu, anak- anak itu dengan beraninya banyak yang mengacungkan tangan dan mengatakan jawaban- jawaban kreatif seperti " Gravitasi adalah gaya yang menjatuhkan apel yang menimpa Isaac Newton." ," Gravitasi adalah gaya yang membuat kita bisa berjalan kaki", " Gravitasi adalah gaya yang membuat kita bisa main sepak bola" Pengertiannya menjadi nggak sempit dan menarik untuk dipelajari. Itu mungkin ya sebabnya ilmuwan dari luar yang banyak mengemukakan teori- teori hebat. Karena kenyataan di sini, ketika ditanya: 
1. Murid- muridnya diem aja, kurang berani menjawab atau 
2. Langsung pada buka buku, nyari jawaban di buku atau 
3. Ada yang berani angkat tangan ngejawab "sama persis" dengan yang di buku atau 
4. Ketika ada jawaban kreatif yang sebetulnya benar tapi "dibilang kurang tepat" sama si guru karena nggak sama dengan "definisi si guru" itu 

Well, sedikit intermezzo tentang perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dengan negara luar. 
Back to topic, karena itu silahkan bayangkan sendiri dan rangkai sendiri tentang apa itu pemuaian dari contoh- contoh pemuaian di sekitar kita berikut ini:  

1. Termometer 
Pemuaian terjadi juga pada zat cair. Di dalam termometer terdapat suatu zat cair yaitu raksa atau yang lebih sering kita kenal dengan alkohol, yang tersimpan dalam pipa kapiler. Termometer ini menggunakan konsep pemuaian. Ketika suhu bertambah, maka raksa akan mengalami pemuaian sehingga air raksa tersebut akan naik menandakan berapa suhu saat itu. Demikian sebaliknya ketika suhu turun, air raksa akan mengalami penyusutan. 

2. Fenomena Anomali Air 
Air ini punya sifat yang unik. Kan kalo benda padat semakin kita panaskan, panjangnya akan bertambah, volumenya juga akan semakin besar. Sebaliknya kalau benda padat didinginkan, volumenya akan berkurang. Berbeda dengan air, pada air terdapat suatu suhu tertentu yang pada suhu itu kalau dipanaskan atau didinginkan volumenya akan semakin besar. Kalau kita minum air es, es nya mengapung kan? Nah itu salah satu akibat adanya anomali. Keuntungan dari sifat anomali air ini ialah bertahan hidupnya ikan- ikan meski pada cuaca yang amat dingin, karena peristiwa membekunya air dimulai pada bagian yang paling atas sehingga ikan- ikan yang berada di bawah permukaan air laut tidak membeku. 

3. Balon Udara 
Balon udara menggunakan konsep pemuaian gas. Dibandingkan zat padat dan zat cair, gas lebih mudah untuk memuai. Gas tersusun atas molekul- molekul yang bergerak bebas. Apabila dipanaskan, energi gerak molekul akan semakin besar dan tekanan gasnya juga akan lebih besar. Sehingga udara yang panas akan mendesak naik ke atas, mencari udara yang lebih dingin. 

4. Pemasangan Jaringan Listrik/ Telepon 
Apabila kita lihat pemasangan kabel- kabel jaringan listrik di sepanjang jalan dipasang longgar/ kendur/ tidak kencang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi memanjangnya kabel pada saat siang hari dan menyusutnya kabel pada malam hari. 


5. Sambungan Rel Kereta Api 
Sama tujuannya dengan pemasangan kabel jaringan yang kendur, pemasangan sambungan rel kereta api yang memiliki celah bertujuan agar rel tidak membengkok apabila mengalami pemuaian dan pertambahan panjang. Panjang celah antar sambungan harus diukur sedemikian rupa sehingga tidak kurang antara panjang celah dan pertambahan panjang ketika memuai.
Selengkapnya...

Thursday, January 10, 2013

Menentukan Satuan Internasional dari Besaran Turunan

Satuan Internasional besaran turunan diperoleh dari penjabaran satuan besaran- besaran pokok yang menyertai penurunan definisi dari besaran turunan yang bersangkutan. Oleh karena itu sering dijumpai satuan turunan dapat berkembang lebih dari satu macam karena penjabaran besaran turunan dari definisi yang berbeda. Jika suatu besaran turunan merupakan perkalian besaran pokok , satuan besaran turunan itu juga merupakan perkalian satuan besaran pokok, begitu juga berlaku didalam satuan besaran turunan yang merupakan pembagian besaran pokok. Besaran turunan mempunyai ciri khusus antara lain :
1.      Diperoleh dari pengukuran langsung dan tidak langsung,
2.      Mempunyai satuan lebih dari satu dan diturunkan dari besaran pokok.

Berikut penjabaran penurunan satuan besaran-besaran pokok menjadi satuan besaran turunan.

1.      Luas
Luas adalah besaran yang menyatakan ukuran dua dimensi (dwigatra) suatu bagian permukaan yang dibatasi dengan jelas, biasanya suatu daerah yang dibatasi oleh kurva tertutup. Satuannya diperoleh dari turunan satuan dua besaran pokok panjang. Satuan panjang adalah meter dengan simbol m.

Satuan Luas = panjang x lebar                             
                   = besaran panjang x besaran panjang
                   = m  x  m                                         
                   = m²                                                

 

                                                                                         
                                                                                                                                  


2.      Volume
Volume adalah Penghitungan seberapa banyak ruang yang bisa ditempati dalam suatu objek. Objek itu bisa berupa benda yang beraturan ataupun benda yang tidak beraturan. Benda yang beraturan misalnya kubus, balok, silinder, limas, kerucut, dan bola. Benda yang tidak beraturan misalnya batu yang ditemukan di jalan. Volume merupakan besaran turunan, yang disusun oleh besaran pokok panjang.

Satuan Volume   = panjang x lebar x tinggi                                              
                          = besaran panjang x besaran panjang x besaran panjang
                          = m x m xm                                                                  
                          = m³                                                                             






                 




3.      Kecepatan
Kecepatan adalah suatu vektor dari besar dan arah gerakan. Nilai absolut skalar (magnitudo) dari kecepatan disebut kelajuan (bahasa Inggris: speed). Kecepatan dinyatakan dengan perubahan jarak yang ditempuh per satuan waktu. Berdasarkan definisinya, kecepatan merupakan besaran turunan yang disusun oleh besaran pokok panjang dan waktu.

Satuan Kecepatan  = jarak/ waktu                                 
                              = besaran panjang  / besaran waktu 
                              = m/s                                              

 



4.      Percepatan

Percepatan didefinisikan sebagai perubahan kecepatan dibagi selang waktu. Percepatan bisa bernilai positif dan negatif. Bila nilai percepatan positif, hal ini menunjukkan bahwa kecepatan benda yang mengalami percepatan positif ini bertambah (dipercepat). Sebaliknya bila negatif, hal ini menunjukkan bahwa kecepatan benda menurun (diperlambat). Contoh percepatan positif adalah: jatuhnya buah dari pohonnya yang dipengaruhi oleh gravitasi. Sedangkan contoh percepatan negatif adalah: proses pengereman mobil. Satuan percepatan diperoleh dari turunan dari satuan besaran pokok panjang dan waktu.


                                                                                                                                    
5.      Gaya
Gaya  merupakan suatu besaran yang menyebabkan benda bergerak. Gaya memiliki besar dan arah, sehingga merupakan besaran vektor. Gaya didefinisikan sebagai massa x percepatan. Satuan internasional dari gaya adalah Newton. Satuannya diperoleh dari turunan besaran pokok massa, panjang dan waktu.

Newton adalah Satuan Internasional gaya dengan lambang N. Dinamai dari Sir Isaac Newton. Satu newton adalah besarnya gaya yang diperlukan untuk membuat benda bermassa satu kilogram mengalami percepatan sebesar satu meter per detik per detik. 
Selengkapnya...

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Pada zaman dahulu, manusia menggunakan bagian tubuhnya untuk mengukur panjang suatu benda. Oleh karena itu, kita mengenal istilah hasta, depa, dan jengkal sebagai satuan panjang. Bangsa Mesir Kuno menggunakan hasta, yaitu panjang dari siku sampai ujung jari tengah. Adapun panjang rentang kedua lengan tangan disebut satu depa. Di Inggris, satuan yang serupa dengan depa adalah fathom, yang sampai saat ini masih digunakan untuk mengukur kedalaman laut. Akan tetapi dengan cara pengukuran seperti itu, apakah setiap orang akan mendapatkan hasi l pengukuran yang sama? Tentu saja tidak. Mengapa?

       Jika akan mengukur panjang benda, kita harus memiliki ukuran panjang pembanding. Bila kita menggunakan jengkal tangan kita, hasilnya belum tentu sama denagn hasil pengukuran yang diperoleh teman kita. Hal ini disebabkan ukuran jengkal masing masing orang berbeda. Oleh karena itu, jengkal tangan, depa, hasta, dan yang semisal dengan itu tidak dapat dijadikan standar, karena ukuran tubuh setiap orang tidaklah sama. Sebaliknya, ketika kita mengukur panjang menggunakan penggaris, hasil pengukuran kita dan orang lain akan sama. Hal tersebut dikarenakan penggaris merupakan suatu alat ukur yang memiliki ukuran pembanding yang dapat digunakan oleh semua orang.

           Dari penjelasan tersebut, dapat diperoleh suatu kesimpulan bahwa mengukur ialah proses membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran tertentu yang diketahui atau ditentukan sebagai satuan. Adapun besaran ialah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan nilai. Satuan menunjukkan besaran pembanding yang dipakai dalam pengukuran. Contohnya, misalkan tinggi badanmu 155 cm. Tinggi badanmu merupakan besaran yang diukur, sedangkan satuan sentimeter (cm) sebagai besaran pembanding. Jadi angka 150 disebut nilai besaran yang diukur (kuantitas pengukuran) dan cm sebagai besaran pembanding yang disebut satuan.

           Besaran seperti panjang, berat, tinggi termasuk besaran Fisika. Namun, ada pula besaran yang bukan merupakan besaran Fisika. Besaran-besaran ini tidak memiliki patokan yang jelas karena  sangat bergantung pada penilaian setiap orang. Contoh besaran yang bukan termasuk besaran Fisika, diantaranya cantik, cerdas, dan baik.

Satuan seperti depa, hasta, jengkal dan semisalnya disebut sebagai satuan tidak baku karena hanya berlaku satu tempat dan hasil pengukurannya tidak selalu sama. Oleh karena itu, untuk mempermudah pengukuran, dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dibutuhkan keseragaman system satuan antarnegara yang bersifat baku atau standar. Suatu satuan standar harus memenuhi hal- hal berikut ini:
·  Satuan yang ditetapkan tidak mengalami perubahan oleh pengaruh apapun
·  Satuan tersebut harus selalu sama kapan pun dan dimana pun
· Satuan yang ditetapkan harus mudah dipakai oleh siapa saja yang menggunakannya

Berdasarkan syarat tersebut, pada tahun 1975, para ilmuwan di Perancis telah menciptakan suatu standar system yang berlaku menyeluruh di seluruh dunia, yaitu dengan mendefinisikan sistem satuan baku dan dikenal dengan nama sistem Satuan Internasional (SI). Sistem ini dikenal juga dengan nama sistem metrik.

Dalam Fisika, kita mengenal besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok yaitu besaran yang satuannya dipakai sebagai dasar penentuan besaran-besaran lain. Ada tujuh besaran pokok dalam Satuan Internasional (SI).

Besaran Turunan ialah besaran yang diturunkan dari satu atau beberapa besaran pokok. Satuan besaran turunan diperoleh dari satuan besaran besaran pokok. Besaran turunan ada banyak. Berikut beberapa contoh besaran turunan beserta satuannya:


Selengkapnya...

Monday, January 7, 2013

Kisi- Kisi UN SMA

Selamat Belajar ! :D
Semoga pendidikan di Indonesia semakin jujur. Yuk STOP itu contek mencontek, beli- beli kunci, dan apalah itu yang nggak jujur. Setuju yaa.. Sepakat yaa.. Kita hindari jiwa 'koruptor' dalam diri kita. Ketidakjujuran yang dibangun di dunia pendidikan ayo BERANTAS! 

Be honest, guys..
Mencontek bukanlah sebuah kebiasaan. Gak ada alasan untuk mencontek. Perilaku tidak jujur itu cuma dilakukan orang yang pecundang, malas, dan nggak percaya diri. Tentunya itu bukan ciri kita, generasi penerus bangsa~ :)

Malu kalo alasan mencontek HANYA untuk NILAI
sebegitu rendahnya kah harga diri kamu? Se- simple itu kah ? Fine. Bener. Untuk masuk PTN, emang butuh nilai yang bagus. Tapi siapa yang bangga dengan orang sukses yang berhati tidak jujur? Toh, Rakyat se- dunia TIDAK ADA yang bangga dengan para koruptor. Malah menghujat habis- habisan. In the end, yang penting itu akhlak seseorang. Perilakunya. Tuh saat ini lagi booming- boomingnya liputan Gebrakan Jokowi :P *Yuk rakyat Jawa Barat, siap- siap ! kenali calon pemimpinnya dari sekarang~

Lebih malu lagi kalo alasan mencontek -yangkatanyasupayanilaibagus- untuk ngebahagiain orang tua
Nah lho !? Sama aja nggak sih itu dengan mengkhianati orang tua kita? Lho? Lho kok?!
Yaa nih logikanya: orang tua kita udah sebegitu  kerja kerasnya kerja, cari uang, dengan cara yang halal, dengan kerjaan baik- baik demi kita bisa menimba ilmu.. Eeh, dengan mencontek secara nggak langsung berarti Anda menodai kerja keras itu dengan cara yang nggak halal. Kejam itu.. Disekolahin kan supaya pinter, tau apa yang boleh dilakukan dan yang nggak boleh dilakukan, lalu diterapkan dong..

Tapi sekarang ini anehnya orang tua mendukung perihal contek- mencontek ini.. Saat ini tidak jarang anak yang santai- santai saja menjelang UN sedangkan orang tuanya sibuk ke sana kemari: Beli soal. Beli Kunci.
Huffh.. Menyedihkan.

"Ayah, Bunda, Para orang tua.. Tolong jangan racuni kami, jangan rusak perilaku kami, jadikan kami generasi penerus bangsa yang benar- benar dapat memperbaiki, memajukan bangsa ini. Ajarkan kami tidak hanya lewat kata, tetapi teladan. Sungguh, kami sebenarnya tak butuh kata, teladanmu sudah lebih dari cukup, sebab kami telah muak dengan kebohongan mereka yang berdusta."


Yuk sama- sama belajar :)
UN 2013... I'm coming !

Download Kisi- Kisi UN SMA 2013 Program IPA
Download Kisi- Kisi UN SMA 2013 Program IPS
Download Kisi- Kisi UN SMA 2013 Program Bahasa
Selengkapnya...

Friday, November 9, 2012

Praktikum Reaksi Redoks

Sebenarnya dalam keseharian kita, kita sering menjumpai reaksi redoks. Misalnya, sebuah apel. Sesaat setelah diiris dan dibiarkan di udara terbuka, warna daging apel yang tadinya putih perlahan- lahan berubah menjadi cokelat. Pada saat melakukan pembakaran pada kertas, karbon dalam kertas bereaksi dengan oksigen, dan kertas pun terbakar. Pagar rumah kita yang terbuat dari besi tadinya berwarna putih, hijau dan sebagainya lama kelamaan akan berkarat. Pengaratan logam merupakan peristiwa oksidasi logam oleh oksigen dari udara.

Ketiga peristiwa yang tersebut merupakan contoh dari reaksi redoks. Perubahan warna pada apel merupakan ciri terjadinya reaksi kimia. Tepatnya reaksi reduksi- oksidasi (redoks). Kertas yang dibakar termasuk reaksi oksidasi . Pagar yang berkarat merupakan reaksi redoks. Selain seperti yang disebutkan di atas, reaksi redoks juga terjadi pada peristiwa lainnya, baik dalam kehidupan sehari- hari maupun dalam proses industri. Oleh karena itu, dengan tujuan mengenal beberapa reaksi redoks antara logam dengan suatu larutan, kami melakukan pengamatan mengenai reaksi oksidasi dan reduksi logam dengan suatu larutan.

Alat :
Tabung reaksi 6 buah

Bahan :
1. Larutan CuSO4 1M
2. Larutan HCl 1M
3. Serbuk besi
4. Lempeng Zn (Dalam percobaan ini, digunakan paku)
5. Logam Mg





Langkah Kerja:
1. Masukan masing-masing 2 mL larutan CuSO4, HCl ke dalam tabung reaksi
2. Masukan sepotong logam Zn ke dalam larutan CuSO4, logam Mg ke dalam larutan HCl dan serbuk besi kedalam larutan HCl
3. Amati yang terjadi pada logam dan larutan di atas, dan catat hasil pengamatan pada tabel

Hasil Pengamatan:
 1. Logam Zn pada larutan CuSO4 mengalami perubahan setelah reaksi
> Pada logam: Berkarat
> Pada larutan: Menghasilkan gelembung
> Zat lain yang terjadi: Jika didiamkan terus menerus, warna larutan akan berubah menjadi bening

2. Logam Mg pada larutan HCl mengalami perubahan setelah reaksi
> Pada logam: Menjadi menciut dan lama- lama habis
> Pada larutan: Bergelembung, panas, dan berbuih
> Zat lain yang terjadi: Tabung reaksi terasa panas. Larutan tidak berubah warna, tetap bening

3. Logam Fe pada larutan HCL mengalami perubahan setelah reaksi
> Pada logam: Gelembung menempel pada paku yang tenggelam
> Pada larutan:Tidak tampak perubahan apa- apa
> Zat lain yang terjadi: Ketika paku dikeluarkan dari larutan, paku berkarat dengan cepat.

 
Selengkapnya...

Sunday, July 15, 2012

Cerita Rakyat

Ciri- Ciri Cerita Rakyat:
  1. Diturunkan secara turun temurun melalui komunikasi lisan 
  2. Isi cerita biasanya bersifat istanasentris 
  3. Tokoh biasanya berupa dewa atau manusia setengah dewa
  4. Mengisahkan kejadian luar biasa di luar logika 
  5. Latar waktu mengisahkan kejadian pada zaman dahulu kala 
  6. Menggunakan diksi zaman dahulu 
Contoh Cerita Rakyat:
  • Sangkuriang
  • Malin Kundang 
  • Bawang Merah Bawang Putih 
  • Keong Mas 
  • Lutung Kasarung 
  • Timun Mas
Selengkapnya...

Monday, May 28, 2012

Teori Drama

Hal- hal yang harus diperhatikan sebelum pementasan drama:

1. Baca naskah drama yang akan dipentaskan berkali- kali hingga watak tokoh benar- benar dapat dipahami
2. Setelah mengetahui watak tokoh, pilih pemain yang cocok dan mampu memerankan tokoh
3. Pertimbangkan perbandingan usia dan perawakan tokoh
4. Pertimbangkan pula kemampuan pemain. Sebaiknya pilih pemain yang 'pintar', yang dapat menguasai peran yang dimainkan hanya dalam waktu singkat

Hal- hal yang harus diperhatikan saat pementasan drama:

1. Posisi Tokoh (Blocking)
Posisi tokoh atau biasa disebut blocking bertujuan mengatur gerak panggung pemain agar para pemain tidak saling menutupi sehingga penonton dapat melihat mimik dan ekspresi masing- masing pemain drama. Gerak panggung sebaiknya sebagai berikut:
a. Gerak panggung hanya dilakukan jika ada maksud dan tujuan tertentu
b. Gerak panggung dapat menarik perhatian penonton
c. Gerak panggung boleh dilakukan sambil berbicara atau berurutan. Apabila berbicara terlebih dahulu baru kemudian bergerak, utamakan geraknya. Sedangkan apabila bergerak dulu baru kemudian berbicara utamakan bicaranya.
d. Gerak panggung hanya dilakukan dengan gerak maju. Gerak mundur dan menyamping sebaiknya dilakukan jika hanya ada alasan tertentu.
e. Gerak panggung cepat mengidentifikasikan ada suatu hal yang penting sedangkan gerak panggung lambat menunjukkan kesedihan, keputusasaan, atau kekhidmatan.

2. Tata Busana
Tata busana adalah pengaturan pakaian pemain baik bahan , model maupun cara pemakaiannya. Biasanya tugas ini dirangkap oleh penata rias, karena untuk menampilkan rupa dan postur tokoh, pemain perlu dirias dengan pakaian yang cocok. Peran dan fungsi tata busana adalah:
a. Mendukung pengembangan watak pemain
b. Meningkatkan daya saran dan daya suasana
c. Personalisasi pemain, membedakan pemain yang satu dengan pemain lainnya. Penata busana sebaiknya adalah orang yang dapat menafsirkan tokoh dan memantaskan rias dan pakaian.

3. Tata Panggung
Keadaan panggung yang dibutuhkan untuk pementasan drama yang menggambarkan tempat, waktu dan suasana. Panggung adalah arena atau tempat pementasan drama. Agar penonton yang duduk di belakang dapat melihat dengan jelas, panggung sebaiknya diletakkan di depan dan lebih tinggi dari kursi penonton. Penata panggung sebaiknya adalah orang yang mengerti keindahan dan komposisi penataan yang baik.

4. Tata Lampu
Pengaturan cahaya di panggung oleh penata lampu. Menggunakan kotak besar berlensa berisi lampu ratusan watt yang dinamakan spot light. Penata lampu sebaiknya mengerti teknik kelistrikan.

5. Tata Suara
Pengaturan pengeras suara dan musik pengiring agar suasana lebih meyakinkan dan mantap bagi para penonton.  Penata musik harus pintar menafsirkan musik pengiring yang cocok.

Tahap- tahap saat akan mementaskan drama

1. Membaca umum
Membaca dialog secara bergantian dari awal hingga akhir dengan tidak berdasarkan dialog yang akan diucapkan pada saat pementasan melainkan semua dialog secara bergilir. Bertujuan agar para pemain mengetahui semua dialog lawan mainnya, memperdalam intonasi, cepat lambat suara dan memantapkan pengetahuan jalan cerita

2. Membaca terpusat
Membaca dialog dari awal hingga akhir secara bergantian berdasarkan dialog yang akan dibacakan pada pementasan. Bertujuan melancarkan percakapan antar pemain, melatih mimik dan meningkatkan penguasaan jalan cerita secara menyeluruh

3. Berlatih akting dan blocking

Pemain mengetahui bagaimana teknik muncul yang baik, mimik dan gerak, menonjolkan perasaan dan pikiran dalam dialog dan memperhatikan perpindahan gerak.

4. Observasi

Untuk memerankan tokoh dengan penghayatan yang dalam. Amati peristiwa, kebiasaan yang berkaitan dengan tokoh yang akan diperankan.

5. Uji Coba

Hasil latihan diuji coba dengan memperhatikan:
1. Para pemain sudah hapal dialog
2. Akting dan blocking sudah dikuasai
3. Segala properti yang akan digunakan sudah siap pakai

Dalam drama terdapat tokoh protagonis yaitu  tokoh yang pertama- tama menghadapi masalahdan terlibat dalam kesukaran, merupakan tokoh penggerak cerita. Tokoh antagonis penghalang dan pembawa masalah bagi protagonis. Dan tokoh tritagonis, tokoh yang merupakan kepercayaan antagonis atau protagonis.

Mementaskan drama sederhana perlu melatih hal berikut:

1. Gerak- gerik (Gestur)
Pemain drama perlu mengontrol tubuh agar sesuai dengan peran. Hal ini dapat dilatih dengan latihan olah tubuh dan observasi terhadap figur tokoh yang diperankan.

2. Mimik (Ekspresi)
Bertujuan agar penonton mengetahui suasana hati yang diperlihatkan oleh tokoh. Hal ini dapat dilatih dengan senam wajah

3. Intonasi
Bertujuan agar penonton tidak jenuh dan pemranan tokoh lebih hidup. Pengolahan intonasi dapat dilakukan dengan cara:
a. Menaik- turunkan volume suara
b. Merendah- tinggikan frekuesnsi nada bicara
c. Mengatur tempo pengucapan
d. Mengatur dan mengolah warna serta tekstur suara

Dirangkum dari:
BSE XI: Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia
Selengkapnya...

Sunday, May 27, 2012

Fakta dan Opini dalam Editorial


Editorial atau tajuk rencana adalah tulisan dalam surat kabar atau majalah yang berisi permasalahan aktual berdasarkan sudut pandang redaksi surat kabar atau majalah tersebut. Editorial berisi fakta atau opini. 

Dalam tajuk rencana, fakta adalah hal- hal aktual yang diambil dari gejala atau peristiwa tertentu di masyarakat. Sedangkan opini adalah tanggapan redaksi terhadap gejala atau peristiwa yang dijadikan pokok pembicaraan dalam tajuk rencana.

Dirangkum dari:
BSE XI: Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia
Selengkapnya...

Karya Tulis Ilmiah

Pengertian Karya Tulis Ilmiah
Karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang berisi berbagai informasi. Informasi tersebut diperoleh dari hasil pengamatan dan penelitian. Contoh karya tulis ialah makalah, desertasi, laporan penelitian, skripsi, dan tesis.

Karakteristik Karya Ilmiah yaitu:
1. Merupakan hasil kajian literatur atau laporan pengamatan dan penelitian
2. Menampilkan sejauh mana kemampuan penulis dalam memahami permasalahan yang dibahas
3. Menampilkan kemampuan meramu berbagai informasi dalam bentuk karya tulis yang utuh

Hal- hal yang harus dilengkapi dalam karya tulis ialah:
1. Judul
2. Pendahuluan
3. Permasalahan
4. Pembahasan
5. Simpulan dan saran
6. Penutup
7. Daftar Pustaka


Dirangkum dari:
BSE XI: Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Susunan karya tulis ilmiah sederhana:
1. Halaman Judul
- Cover
- Lembar pengesahan
- Lembar Motto
2. Kata Pengantar
3. Daftar Isi
4. Bab I. Pendahuluan
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan
- Metodologi Penelitian
- Sistematika Penulisan
5. Bab II. Pembahasan
6. Bab III. Penutup
- Kesimpulan
- Saran
7. Daftar Pustaka
8. Lampiran

Sebelum membuat karya tulis akan lebih mudah apabila dibuat terlebih dulu kerangka karya tulis yang akan dibuat. Selanjutnya kerangka tersebut dapat dikembangkan secara lebih terperinci dengan mencantumkan berbagai data dan informasi yang diperoleh baik lewat internet, wawancara, pengamatan, kuisioner, angket, artikel, buku, surat kabar, majalah,dll.  Contoh kerangka karya tulis sederhana:

Kerangka Karya Tulis
Dampak Penggunaan Twitter terhadap Prestasi Belajar Siswa

Bagian Pendahuluan

1. Definisi twitter
2. Sejarah twitter
Bagian Isi
1. Penggunaan twitter di kalangan pelajar
2. Dampak positif dan negatif penggunaan twitter
3. Twitter dan kaitannya terhadap prestasi belajar
Bagian Penutup
1. Kesimpulan dari seluruh pembahasan
2. Saran
Selengkapnya...

Wednesday, May 16, 2012

Alat Praktikum Fisika: Merangkai Alat Statif


Dalam praktikum fisika, terdapat alat yang dinamakan statif. Untuk menggunakan alat statif ini terlebih dahulu kita harus merangkainya. Berikut alat- alat yang diperlukan untuk merangkai alat statif:

1. Dasar Statif
    Dasar statif digunakan ketika merangkai alat statif. Berfungsi sebagai dasar penumpunya batang statif. Dasar statif ini terletak di bagian bawah alat statif

2. Batang Statif

    Terdapat 2 jenis batang statif. Batang statif panjang dan batang statif pendek. Batang statif ini digunakan untuk sebagai tiang- tiang penyangga pada alat statif. Batang statif ini dipasang pada dasar statif. Batang statif panjang diletakkan vertikal di lubang bagian tengah dasar statif. Dan pada lubang di bagian samping, batang statif dipasang secara horizontal, lalu kemudian pada ujungnya dipasang kaki statif.



3. Kaki Statif
    Terletak di bagian bawah, sejajar dengan dasar statif yang dihubungkan dengan batang statif. Kaki statif berfungsi untuk menyangga alat statif sehingga posisinya lebih seimbang.



4. Balok Pendukung
    Diletakkan pada batang statif panjang yang vertikal terhadap dasar statif. Pasang  di bagian atas.


5. Jepit Penahan
    Dipasang pada balok pendukung. Jepit penahan berfungsi untuk menggantung neraca pegas atau pegas spiral.
Rangkai alat- alat tersebut membentuk alat statif  seperti tampak pada gambar paling atas yang kemudian dapat digunakan dalam praktikum selanjutnya. Berikut gambar- gambar penggunaan alat statif dalam praktikum fisika:


Selengkapnya...

Tuesday, May 15, 2012

Praktikum Senyawa Polar dan Nonpolar


Banyak barang di sekitar kita yang mengandung zat zat kimia. Contohnya apabila kita ke dapur, kita dapat menemukan garam yang sering digunakan ibu kita memasak. Garam dapur yang sering dipakai dalam bumbu masakan merupakan salah satu contoh dari banyak barang yang mengandung zat kimia. Garam merupakan senyawa kimia dengan rumus kimia NaCl. Selain garam, banyak barang lain yang merupakan senyawa kimia. Senyawa kimia ada yang berupa ikatan ion dan ada yang berupa ikatan kovalen. Pada Ikatan kovalen dapat terjadi polarisasi yaitu ikatan kovalen polar dan non polar yang merupakan salah satu akibat dari perbedaan keelektronegatifan. Oleh karena itu, melalui praktikum ini akan dibahas dalam menentukan kepolaran suatu senyawa.

Alat
Gelas ukur
Sendok

Bahan:
• Air
• Garam
• Detergen
• Vetsin
• Gula
• Mentega
• Soda kue
• Bensin
• Minyak tanah
• Minyak goreng
• Vitamin C

Langkah Kerja:
1. Masukkan 100 ml air ke dalam gelas
2. Masukkan 1 sendok teh garam dapur ke dalam gelas. Aduk secara konstan. Diamkan beberapa saat
3. Amati hasil reaksi! Apakah ada endapannya atau tidak? Jika tidak berbentuk endapan berarti bahan tersebut bersifat polar dan sebaliknya.
4. Ulangi langkah 1-3 untuk bahan bahan lainnya.

Hasil Praktikum
Garam dapur, vitamin C, Minyak goreng, Gula, Vetsin, Detergen. dan soda kue adalah senyawa polar. Sedangkan Minyak goreng, bensin, minyak tanah, margarin/mentega adalah senyawa nonpolar.

Lihat laporan hasil praktikum senyawa polar dan nonpolar selengkapnya
Selengkapnya...

Saturday, April 7, 2012

Pengertian Hukum Internasional

1. Hugo de Groot
Hukum internasional adalah hukum yang membahas kebiasaan-kebiasaan (custom) yang diikuti negara pada zamannya

2. J.G Starke
Hukum internasional adalah kumpulan hukum yang sebagian besar terdiri dari asas-asas dan biasanya ditaati dalam hubungan antar negara

3. Brierly
Hukum internasional adalah sekumpulan aturan dan asas untuk berbuat sesuatu yang mengikat negara-negara beradab di dalam hubungan mereka dengan jalan yang lain.

4. Hackwort
Hukum internasional adalah sekumpulan aturan yang mengatur hubungan diantara negara-negara

5. Mochtar Kusumaatmadja
Hukum internasional sebagai keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara, antara negara dengan negara dan negara dengan subjek hukum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu sama lain.

6. Ransisco Suares
Hukum internasional adalah hukum yang berlaku untuk seluruh manusia atas dasar hukum manusia demi kesejahteraan bersama.

7. Akehurst
Hukum internasional adalah sistem hukum yang di bentuk dari hubungan antara negara-negara.

8. Charles Cheny Hyde
Hukum internasional dapat didefinisikan sebagai sekumpulan hukum yang sebagian besar terdiri atas prinsip-prinsip dan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh negara-negara, dan oleh karena itu juga harus ditaati dalam hubungan-hubungan antara mereka, negara satu dengan negara yang lain, serta juga mencakup hal- hal sebagai berikut:

a. organisasi internasional, hubungan antara organisasi internasional satu dengan lainnya, hubungan peraturan-peraturan hukum yang berkenaan dengan fungsi-fungsi lembaga atau antara organisasi internasional dengan negara atau negara-negara; dan hubungan antara organisasi internasional dengan individu atau individu- individu.

b. peraturan-peraturan hukum tertentu yang berkenaan dengan individu-individu dan subyek-subyek hukum bukan negara (non-state entities) sepanjang hak-hak dan kewajiban-kewajiban individu dan subyek hukum bukan negara tersebut bersangkut paut dengan masalah masyarakat internasional” (Phartiana, 2003; 4)

9. J.G. Starke
Dalam bukunya Starks International Law mengemukakan definisi Hukum Internasional (International Law) sebagai berikut : Hukum Internasional adalah sekumpulan hukum yang untuk sebagian besar terdiri dari azas-azas dan peraturan-peraturan tingkah laku di mana negara-negara itu sendiri merasa terikat dan menghormatinya, dan dengan demikian mereka (negara-negara) itu juga harus menghormati atau mematuhinya dalam hubungannya satu sama lain, dan yang juga mencakup :

a) peraturan-peraturan hukum yang berkenaan dengan berfungsinya lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi internasional, hubungan antara organisasi internasional dengan organisasi internasional lainnya, hubungan antara organisasi internasional dengan negara serta hubungan antara organisasi internasional dengan individu ;

b) peraturan-peraturan hukum tertentu yang berkenaan dengan individu-individu dan subyek-subyek hukum bukan negara (non state entities) sejauh hak-hak dan kewajiban individu dan subyek hukum bukan negara itu bersangkut paut dengan persoalam masyarakat internasional.

10. Sam Suhaedi
Hukum Internasional merupakan himpunan- himpunan aturan, norma- norma, dan asa yang mengatur pergaulan hidup dalam masyarakat internasional.

11. Wirjono Pradjodikoro
Hukum internasional adalah hukum yang mengatur perhubungan hukum antara berbagai bangsa di berbagai negara.

12. Schwanzenberger
Hukuman antarnegara sebagian besarnya ditentukan oleh kekuatan- kekuatan politik. Hukum internasional hanya bertugas untuk merumuskan semua hasil yang sudah dicapai oleh negara- negara dalam perjuangan politik negaranya.

13. Boer Mauna
Hukum internasional adalah suatu kaidah atau norma- norma yang mengatur hak- hak dan kewajiban para subjek hukum internasional, yaitu negara, lembaga, dan organisasi internasional, serta individu dalam hal- hal tertentu.

14. Grotius
Di dalam bukunya yang berjudul De Jure Belli ac Pacis (Perihal Perang dan Damai) menyatakan: Hubungan internasional didasarkan pada kemauan bebas dan persetujuan beberapa atau semua negara. Ini ditujukan demi kepentingan bersama dari mereka yang menyatakan diri di dalamnya.
Selengkapnya...