Sunday, December 18, 2011

Kendala Dalam Pembuatan Barang dari Bahan Bekas


Setiap pengusaha daur ulang memiliki kendala tersendiri dalam menjalankan usahanya. Berikut beberapa yang menjadi kendala mereka :

1. Pengadaan bahan baku.

Industri daur ulang sering terbentur kendala bahan baku akibat belum adanya kebijakan dari pemerintah untuk mengikutsertakan masyarakat sebagai konsumen untuk ikut berperan dalam daur ulang sampah. Produksi daur ulang dapat meningkat apabila suplai bahan baku lancar.


Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah mereka dapat membantu proses daur ulang. Menurut survey yang kami lakukan terhadap beberapa warga Bogor, hanya 35% warga yang memilah sampah organik dan anorganik.



Pembuangan sampah yang tercampur seperti yang berlaku di Indonesia saat ini, dapat merusak dan mengurangi nilai material sampah yang masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik dapat mengkontaminasi bahan-bahan yang masih bisa didaur ulang.

2. Kurangnya pemahaman masyarakat.

Belum banyak masyarakat yang menyadari sepenuhnya manfaat yang sangat besar dalam usaha daur ulang ini apabila dilaksanakan dengan baik. Hal ini dikarenakan masyarakat belum sepenuhnya mendukung usaha ini. Menurut salah seorang pengusaha daur ulang plastik, Siti Aisyah, masyarakat sekitarnya masih enggan memberikan sampah plastik mereka untuk didaur ulang.

Pemahaman masyarakat masih kurang dalam usaha bidang kreatif. Kebanyakan masyarakat berpendapat usaha ini membutuhkan kreativitas yang tinggi. Padahal kemauan untuk peduli terhadap lingkunganlah yang dibutuhkan.

3. Kerjasama yang kurang.

Sampai saat ini pengelolaan sampah masih kurang koordinasi dari pemerintah, masyarakat dan elemen-elemen terkait lainnya. Pemerintah kurang memperhatikan masalah sampah dan pengelolaannya. Peran masyarakat dan dukungan pemda kabupaten atau kota masih kurang.

Untuk pemasaran, Siti Aisyah lebih membidik wisatawan asing dan pasar luar negeri. Menurutnya pasar dalam negeri kurang merespons barang-barang daur ulang.

4. Banyaknya Produk yang tidak dirancang untuk didaur ulang.

Hambatan terbesar daur ulang bagaimanapun, adalah kebanyakan produk tidak dirancang untuk dapat didaur ulang jika sudah tidak terpakai lagi. Hal ini karena selama ini para pengusaha tidak mendapat insentif ekonomi yang menarik untuk melakukannya. Perluasan tanggung jawab produsen adalah suatu pendekatan kebajikan yang meminta produsen menggunakan kembali produk-produk dan kemasannya.

-AO-
" Share tugas makalah 2009 tentang daur ulang"

No comments:

Post a Comment

Don't forget to comment^^
Feel free to submit your comment, just type it here ^^